Kamis, 14 Januari 2010

Essay Lead the Leader day 3

Efektivitas Organisasi Melalui Organizational Development

Dari waktu ke waktu pengertian sebuah organisasi akan terus berubah, seiring dengan perkembangan factor-faktor pendukung atas berjalannya sebuah organisasi. Dengan itu pula maka Organizational Development (OD) juga mengalami perubahan dari segala aepeknya. Diulai dari pengertian lama yaitu merupakan suatu upaya yang direncanakan, dan dikelola secara terstruktur oleh yang berwenang, untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui intervensi yang direncanakan dalam proses organisasi, serta menggunakan ilmu pengetahuan. Pengertian lama ini membatasi OD dilakukan oleh seseorang yang berwenag, dapat seorang manager.

Organisasi dapat berjalan apabila ada interaksi anatara komponen-komponen yang mendukung proses pengorganisasian sebuah organisasi. Oleh karena itu pada pengertian baru OD dijelaskan bahwa OD adaah upaya untuk mempengaruhi anggota organisasi untuk meningkatkan keikutsertaannya dalam melakukan pandangan mereka terhadap organisasi dengan menggunakan pengalaman yang mereka miliki, kemudian mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas tindakan mereka sebagai anggota organisasi. Hal ini berarti ketika orang-orang mengejar tujuan secara bersamaan maka mereka akan cenderung menemukan cara-cara beru untuk bekerja sama secara alami sehingga dapat mencapai tujuan secara lebih efektif. Ini adaah tentang system penerapan seluruh pengetahuan ilmu terhadap rencana pengembangan dan penguatan strategi organisasi, struktur, proses untuk meningkatkan efektivitas organisasi.

Mengenai perubahan organisasi yang terus saja akan berkembang, yaitu ketika menemui berbagai tantangan dan perubahan sarana pendukungnya seperti, perkembangan teknologi, minat masyarakat, kecerdasan manusia secara umum, demokratisasi, dan lain sebagainya. OD sebagai strategi kompleks dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga dapat lebih baik beradaptasi dengan teknologi baru, pasar, dan tantangan. OD berkaitan dengan sistem total organisasi secara keseluruhan, termasuk lingkungan yang relevan atau subsistem serta sistem departemen. Bagian dari sistem, misalnya, individu, golongan-golongan, struktur, norma-norma, nilai, dan produk bukanlah sebagai suatu yang berdiri sendiri mereka menerapkan prinsip saling ketergantungan. System saling ketergantungan ini adalah perubahan dalam salah satu bagian dari sistem akan mempengaruhi bagian-bagian lain. Dengan demikian, intervensi OD fokus pada total proses budaya dan budaya organisasi. Fokus juga pada kelompok-kelompok, karena perilaku yang relevan individu dalam organisasi dan kelompok umumnya merupakan hasil dari pengaruh kelompok daripada kepribadian.

Lau bagaimankah proses tersebut dapat dijalankan? Kita harus memahami dulu bagaimana cara kita memandang organisasi kita, yaitu mengenai mengenal apa tujuan, struktur, hubungan, rewards, kepemimpinan, dan mekanisme organisasi. Pertama anggota secara jelas paham tentang visi dan misi dan memastikan mereka sejalan dengan visi misi itu, kemudian anggota tahu tahu apakah struktur internal dapat mengimbangi tujuan. Setelah itu memahami hubungan antara individu, departemen, yang melakukan tugas berbeda serta dari eksternal. Sedangkan rewards yaitu mengani kepastian ketika anggota bekerja dengan baiak maka aka nada sebuh penghargaan untuknya. Dari kesemuanya itu dibutuhkan seorang pemimpin, anggota memastikan peran pemimpin apakah sesuai dengan system yang ada serta menjalankan mekanisme yang teah dibentuk.

Setelah memahami dan meganal organisasi kita maka OD dijalankan. Hal ini melibatkan tiga urutan yaitu Input berupa Planning, Transformation yang berupa Action, dan Output yang berupa Result. Input ini berisi mengenai identifikasi organisasi beserta maslahnya, pengunpulan data, penyusunan alternative, dan rencana tindakan. Kemudian dalam transformation yang merupakan tindakan berisi proses belajar, tindakan yang dilakukan dari rencana saat input, sedangkan output yang berupa result merupakan saat dimana kita menilai tindakan yang diambil keudian megukur keefektivitasan. Jika tindakan tersebut mendukung efektivitas kinerja maka akan diadopsi. Dengan memahami semua komponen dan proses yang tela dijelaskan di atas maka kita seharusnya sudah dapat mengaplikasikannya dalam organisasi sehingga organisasi terus mengalami peningkatan keefektivan.

Senin, 11 Januari 2010

Buka Pikiran dan Raih Impian

Memandang isu entrepreneur dari kaca mata yang lain.


Menarik, itulah pendapat bagi sebagian orang jika mendegar istilah entrepreneur. Namun tidak bagi sebagian ornag yang lain, mereka akan memilih untuk mengalihkan pembicaraan, memindah channel TV, gelombang radio mereka, ketika mendengarnya. Menganggap bahwa hidup mereka akan lebih low risk jika tidak merambah ke dunia entrepreneur. Inilah secuil fenomena mengenai isu entrepreneur di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa budaya orng Indonesia yang mudah puas, merasa nyaman dengan hidupnya, dan tidak menggemari tantangan membuat fenomena tersebut terus saja terjadi. Tapi sebenarnya apakah isu entrepreneur sendiri adalah suatu hal yang krusial sampai kita perlu mendiskusiaknnya?

Pengertian dari istilah entrepreneur sendiri begitu bervariasi, setiap orang akan berpendapat yang berpeda mengenai isilah asing yang nampaknya mulai akan diserap menjadi bahasa Indonesia ini. Bahkan secara harfiah pun ditemukan salah satu arti dari entrepreneur adalah enterpreir, sedangkan arti yang lain adalah usahawan, pengusaha. Hal ini disebabkan memang Indonesia lebih terinspirasi tentang entrepreneur ini dari Negara lain bukan dari budaya yang telah ada.

Sedangkan menurut beberapa ahli, orang yang menganggap tanggung jawab dan risiko operasi bisnis dengan harapan akan menghasilkan keuntungan, pada umumnya pengusaha memutuskan pada produk, memperoleh fasilitas, dan membawa bersama-sama angkatan kerja, modal, dan bahan-bahan produksi. Layaknya pengertian pemimpin, yaitu seorang yang melakukan usaha untuk meintegrasikan segala sumber-sumber yang ada un tuk mencapai tujuan yang telah disepekati pengartian entrepreneur pun hampir sama dan hanya berbeda pada factor serta sumber yang diintgrasikan. Dengan melihat kemiripan ini dapat kita simpulkan bahwa seorang entrepreneur juga harus memiliki sifat-sifat kepemimpinannya untuk mecapai sebuah tujuan yang diinginkan.

Setelah membahas mengenai pengertiannya, tentu karakterisitiknya pun harus kita pahami sehingga kita bias mengetahui seberapa krusialkah isu ini. Membangun sebuah usaha memiliki tiga dimensi yang mendasari: inovasi atau pengembangan produk, layanan, atau proses yang unik; berani mengambil risiko; dan proaktifness, atau penekanan pada ketekunan dan kreativitas dalam mengatasi rintangan sampai konsep inovatif sepenuhnya dilaksanakan. Perusahaan entrepreneur adalah sumber utama inovasi dan perubahan. Mereka menciptakan lapangan kerja, pendapatan pajak baru, dan transfer uang lainnya.

Di Amerika Serikat, ketika pertumbuhan produktivitas mereka tertinggal dan ketika terjadi pemutusan hubungan kerja korporasi besar serta berfokus pada bisnis inti, perusahaan entreprenurshiplah yang memegang peranan penting. Mereka melakukan proses yang tidak dilakukan perusahaan besar, seperti mengidentifikasi peluang, mengembangkan konsep bisnis, dan kemudian mengelola dan memanen usaha. Memang akan dimulai dari usaha yang belum besar, namun tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan terus berkembang dan menjadi perusahaan yang besar.

Apa saja yang dilakukan seorang entrepreneur agar usahanya dapat berdiri dan kemudian berkembang? Ini adalah mengenai memulai, melakukan, mencapai, dan membangun sebuah perusahaan atau organisasi, bukan hanya menonton, menganalisis atau menjelaskan salah satunya. Ini adalah bakat untuk merasakan kesempatan dimana orang lain melihat kekacauan, kontradiksi dan kebingungan. Ini adalah kemampuan untuk membangun "tim pendiri" untuk melengkapi keterampilan dan bakat yang kita miliki. Ini adalah mengetahui bagaimana menemukan, mengontrol sumber daya yang sering dimiliki orang lain, dan untuk memastikan kita tidak akan kehabisan uang saat kita membutuhkannya. Menjadi entrepreneur, dibutuhkan kemauan untuk mencapai kesejahteraan dengan resiko yang telah diperhitungkan, baik pribadi dan keuangan. Kemudian melakukan segala sesuatu untuk mendapat peluang yang menguntungkan.

Debekali oleh komitmen dan ketekuanan yang tinggi, seorang entrepreneur yang sesungguhnya akan bekerja keras atas apa yan mereka lakukan. Mereka tidak setengah-setangah daam mengerjakan mimpi-mimpi mereka. Mereka adalah yang selalu ingin menang dan lebih unggul dari yang lain. Mereka menggunakan kegagalan serta kesalahan yang pernah mereka lakukan sebagai guru mereka untuk belajar. Merekalah yang akan berhasil mebangun usaha mereka.

Melihat uraian di atas kita dapat mengatahui bahwa seorng entrepreneur adalah seseorang yang tangguh dan berperan penting. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita mulai merubah pandangan buruk kita tentang entrepreneur dan mulai membiasakan diri berani mencoba sesuatu yang baru, nerani mengambil resiko, berani jatuh, dan kemudian akan terbangun lagi saat kejatuhan yang berikutnya. Dan selalu percaya bahwa kita bisa.



Essay for "Lead the Leader"

Menuju Keseimbangan Brand Customer dengan Kepuasaan Pelanggan

Sebuah perusahaan atau organisasi tentu ingin namanya diingat oleh oaring lain dengan memory yang baik. Nama yang mereka maksudkan di sini adalah Brand Customer yang juga menggambarkan identitas perusahaan. Terkadang brand ini masih terbatas pada keinginan penciptaan nama-nama perusahaan mereka pada pasar, menargetkan segmentasi pelanggan, da menerapkannya pada sejumlah produk atau jasa yang mereka miliki. Untuk menciptakan brand ini juga dibutuhkan marketing, tetapi marketing ini terkadang hanya bertujuan untuk membuat janji sehingga tampilan brand mereka menarik. Hal ini juga terbatas pada ucapan atau apa yang dikatakan.

Memang touchpoint dari sebuah organisasi atau perusahaan adalah brand-customer. Tentang bagaimana pandangan pelanggan terhadap brand kita, dibangun oleh pengalaman mereka berhubungan dengan produk atau jasa yang kita tawarkan. Brand pada dasarnya adalah persepsi kolektif yang kunci sebuah organisasi atau perusahaan yang dibangun karena adanaya interaksi dari sumber pendukung seperti pelanggan, pemasok, investor, karyawan, dan pemilik serta lesbih didefinisikan sebagai suatu tindakan dari pada hanya sekedar kata-kata. Untuk itu diperlukan penyelarasan intgrasi antara sumber-sumber tersebut untuk menciptakan sebuah pengalaman yang baik. Untuk membuat pengalaman perlu juga ada kesadaran untuk mengelola brand dengan jalannya organisasi secara keseluruhan.

Karena peranan brand-customer penting bagi keberlabgsungan suatu perusahaan atau organisasi, meka kita harus mengetahui bagaimana cara untuk menciptakan brand-customer relationship. Pertama kita harus dapat menyampaikan dengan jelas identitas brand kita maka kita sudah tidak perlu lagi mengontrol bagaimana pelanggan menafsirkannya karena tidak ada pesan yang ambigu. Kemudian member tanggung jawab setiap komponen perusahaan untuk menyampaikan brand melalui barang atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan porsi yang mereka kuasai. Mengintgrasikan dengan baiak sumber pendukung perusahaan. Ciptakan relasi barand-customer yang baik. Selalu perkuat brand kita dari waktu ke waktu.

Dengan melihat penjelasan di atas, kita tahu bahwa kepuasaan pelanggan adalah key point dalam membentuk brand. Oleh sebab itu dibutuhkan pengetahuan mengenai apa itu customer satisfaction dan bagaimana mebangunnya. Kepuasaan pelanggan adalah keadaan dimana apa yang diharapkan pelanggan dengan apa yang kita berikan kepada pelanggan bergerak selaras dan seimbang. Ada dua hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk memuaskan pelanggan, yaitu tingkat kepentingan pelayanan yang diberikan dan kinerja pemberian pelayanan. Kita tidak bisa melihat kepuasaan pelanggan hanya dari kaca mata kita sebagai pengelola usha, namun juga dari kaca mata pelanggan sebagai objek dari produk yang kita tawarkan. Dengan adanya pengukuran kepuasaan pelanggan maka kita dapat menyediakan pelayanan yang lebih baik, efisien, dan efektif. Dapat dipastikan jika pelangga tidak puas maka pelayanan yang kita berikan tidak baik, efektif, dan efisien.

Ada bebrapa factor yang dapat dipertimbangkan oleh pelanggan dalam menilai suatu pelayanan , yang terdiri atas ketepatan wktu, kepercayaan pelanggan, kemampuan teknis, serta anya kesepadanan antara kualitas yang diberikan dengan harga yang ditawarkan. Untuk mengembangkan suatu system dan mekanisme yang meminimalkan biaya, waktu, dan tenaga serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap populasi pelanggan maka kita harus mengetahui bebrapa hal. Pertama dalah apa yang pelanggan pikirkan tentang kita, ini berarti kita harus turun ke lapangan dan bersentuhan langsung dengan pelanggan setelah mnegtahui apa yang mereka pikirkan maka kita juga harus mengukur kinerja kita kemudian megevaluasi keseimbangan keduanya. Jika pelanggan tidak puas berarti kita harus meningkatkan kinerja atau menciptakan inovasi. Lalu kita juga harus apat menyadari apa kelebihan kita sebagai prdusen dalam memahami pasar yang ada, jika kita tahu kita harus dapat memanfaatkannya untuk segmentasi pasar. Kelemahanpun juga harus kita kuasai, baik dari diri kita taupun pesaing dan pelanggan. Dengan ini maka kita dapat menemukan peuang-peluang sbelum orang lain meyadarinya.

Selain hal-hal yang dijelaskan di atas, membangan komunikasi dan mencipatakan iklim supportive dalam organisasi pun sangat dibutuhkan. Ini bertujuan agar muncul kohesuvitas yang seimbang sehingga aada keseimbangna natar dimensi tugas dan dimensi interpersonal dalam pencapaian tujuan bersama. Yang terakhir adalah membangun komitmen dari dalm tubuh perusahaan atau organisasi agar semua dapat berjalan dengan baik karena danya kenyamanan. Dengan adanya langkah-langkah ini maka diharapkan kita dapat membangun relasi antara brand customer dengan kepuasaan merka terhadap produk yang kita tawarkan.

Sedikit berbagi pengalaman, tips, dan trik cara marketing ...

Marketing Proccess
1. Buat Marketing List
a. Buat daftar perusahaan apa yang sekiranya cocok dan tertarik dengan produk yang akan ditawarkan.
b. Pelajari tentang perusahaan yang telah dipilih, seperti dimana, dengan siapa akan bertemu, no. telp, produk yang mereka jual, kecocokan dengan produk yang kita tawarkan.
c. Beri penanggung jawab untuk masing-masing perusahaan.
d. Dalam marketing list dicantumkan penangung jawab masing-masing perusahaan, marketing call, tanggal masuk dan keluar proposal, meeting, yang lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi.
2. Susun TIMELINE
a. Atur jadwal marketing untuk masing-masing peruasahaan dan sesuaikan dengan kebutuhan kita.
b. Data yang terdapat dalam timeline adalah:marketing call, meeting, Mou jika diterima, yang lain menyesuaikan kebutuhan.
3. Marketing Call
a. Perkenalkan diri, dari mana Anda berasal, dan sampaikan tujuan Anda secara singkat.
b. Buat janji untuk bertemu dan pastikan dengan siapa Anda berbicara serta dengan sipa nantinya Anda harus bertemu.
c. Buat kesan pertama sebaik mungkin.
4. Reminder Call
a. Pastikan bahwa saat Anda akan berangkat ke perusahaan orang yang akan Anda temui ada di tempat.
5. Meeting
a. Preparation:
i. Siapkan Proposal dan pelajari
ii. Kenakan pakaian Maketing, formal dan rapi (Fleksibel)
iii. Berpenampilan smenarik mungkin karena Anda adalah BRAND AMBASSADOR dari organisasi Anda
iv. Be ON TIME
b. Langkah Marketing:
i. Pembukaan dengan memperkenalkan diri, berikan kartu nama, jabat tangan , senyum.
ii. Ciptakan suasana senyaman dan sebersahabat mungkin. Sebelum ke tujuan utama buatlah obrolan ringan agar orang yang Anda ajak bicara merasa dihargai. Tetap Fleksubel.
iii. Mulai jual produk Anda, tunjukkan bahwa Anda percaya diri, menguasai materi, dan posisikan diri Anda dan perusahaan adalah pihak yang sama-sama membutuhkan.
iv. Sampaikan apa yang Anda inginkan dan apa yang bias Anda berikan.
v. Penutupan, yakinkan kembali mereka atas diskusi yang telah dilakukan.
vi. Buat janji kembali untuk meeting selanjutnya.
vii. Pamit, terima kasih, dan selalu tersenyum.
6. Follow Up
a. Bicarakan mengenain keputusan yang akan dibuat
i. Jika diterima maka persiapkan Mou dan meeting selanjutnya
ii. Jika ditolak, ucapkan terima kasih dan pastikan bahwa Anda dan perusaahn tersebut dapat bekerjasama lain kali.

Sahabat adalah S.E.T.I.A.



Sahabat itu ketika kita ingin sendiri dan memnintanya meninggalkan kita, dia justru akan tinggal walaupun diam seribu bahasa. Sahabat itu ketika kita menahan air mata, dia justru akan menawarkan bahunya agar kita bisa menangis hingga air mata kita kering.

Sahabat adalah setia …hingga Sang rembulan bersenandung meninabobokan seisi dunia…

In my mind, sahabat adalah harta, yang harus dipertahankan dan dijaga karena dia akan mempertahankan dan menjaga kita. Makna sahabat tentu tidak akan sama ketika dideskripsikan oleh orang yang berbeda, dilatarbelakangi pengalaman dan lingkungan salah satunya. Dan beruntunglah aku, memoryku tentang sahabat adalah semua yang indah dan sangat berarti.

Saat aku benar-benar jatuh dan keluargaku ada di belakang kejatuhanku itu, sahabat tanpa kuminta akan dengan senang hati menopangku dan membantuku kembali bangun. Air mataku bukan untuk dia seka, tapi untuk dia biarkan terus menetes hingga aku benar-benar yakin untuk tidak meneteskan air mataku lagi. Keluhku tak kan dia biarkan berhenti hingga aku mampu mengeluarkan kata-kata atas semngat dan kebangkitanku.

Well…dan sekarang aku kembali menemukan sahabat-sahabat baruku, yang akan aku jaga hingga esok tak tahu kapan waktuku akan habis. Mereka tujuh perempuan yang memilki segala perbedaan, tujuan, mimpi, dan asa. Mungkin aku sudah mengenal beberapa dari mereka sebelumnya, namun baru saat ini aku merasa bahwa mereka adalah teman terbaik yang kini mampu membuatku berkata mereka adalah sahabatku. Apapun bisa kami lakukan bersama, saat senang, sedih, menangis, tertawa….

Ketika orang lain memandang kami salah, kami tak masalah karena kami sadar betapa mereka menganggap kami ada ^^

Berbagai petualangan telah kami lalui dan petualangan selanjutnya akan kami hadapi dan kami cari…

mereka yang lain yang ada bersamaku

Tak Kenal Maka Tak Sayang

It' s Me ......

Hmmm …nice ,,long time no see nih. Iyalah emang gag pernah otak-atik blog lagi semenjak pertama kali buat. Okay …topic posting kedua ini adalah “Tak Kenal Maka Tak Sayang” . Yups.. it’s introducing time .(yeeyeeyee)

First of all,, just call me raras. Emang sih bukan nama asli, tapi udah aku patenkan itu nama panggilan yang resmi. Kenapa?? Karena sejak orok pun seluruh dunia sudah menyambutku dengan panggilan Raras itu. Penasaran kan siapa nama asli ku?? (haduu maaf pede berlebihan) cukup ‘Parafitra Fidiasari’ saja, artinya adalah doa kedua orang tuaku yang menginginkan aku menjadi seseorang yang selalu penuh dengan kesucian dan membawa semua sifat baik dari kedua orang tuaku. Seperti kata kebanyakan orang kalo nama itu adalah doa, jadi sebaiknya kasih nama ke anak itu suatu harapan dan bukan hanya suatu pertanda.

Next, sekarang aku masih berstatus mahasiswa. Lebi tepatnya mahasiswa semester 3 jurusan Ilmu Komunikasi UNDIP. Sebelumnya aku bersekolah di SMA N 3 semarang, SMP N 2 semarang, SD Batursari 6, SD Gedong Kuning Jogja, dan TK ABA AL-Anab Kotagede. Yaaa aku memang lahir di Jogja, tapi aku lebih merasa jadi orang Semarang karena sejak kelas 3 SD aku sudah tinggal di Semarang.

Aku Cuma gadis biasa, selayaknya remaja akhir seusiaku. Aku begitu menikmati kesibukanku, sampai akhirnya orang-orang di sekitarku membuatku sadar kalo aku tipe workaholic (just enjoy it). Dengan segala kesibukanku, aku mulai merancang masa depanku. Dreaming… punya banyak mimpi untuk masa depanku. Memulai start lebih awal untuk berusaha sedikt demi sedikit meraih semua mimpiku.

Okay … aku pikir cukup deh perkenalannya. Kalo buat ebih lengkapnya, bakal ada postingan-postingan selanjutnya.

Minggu, 10 Januari 2010

M E R E K A



Mereka …

Yang ada di belakangku

Menopangku saat aku akan terjatuh

Menyertakan tawanya saat aku meraih asaku


Mereka ..

Pernah membuatku rapuh, begitu rapuh

Hingga aku kehilangan diriku

Kehilangan semua mimpi dan anganku

Mencari pegangan baru, agar dapat melangkah tanpa ragu



Mereka..

tak pernah menentukan langkahku

namun .. mampu membuatku yakin dengan langkah kakiku

tak pernah menggambarkan masa depanku

namun .. mampu menjadikanku pelukis handal atas masa depanku

tak pernah memilihkan baju baruku

namun .. mampu meyakinkanki bahwa aku dapat menjahit baju yang cock denganku


mereka ..

nafasku .. mimpiku.. masa laluku.. masa depaku ..segalanya

karna mereka, aku ada untuk dunia

karna mereka, alam ini tersenyum bersamaku

;;

Template by:
Free Blog Templates